Jumat, 20 Februari 2009

JFP DATANG BULAN (Dangdut Bulanan JFP)

Teman2 JFP mulai Maret 2009 akan diadakan Dangdut Bulanan JFP alias "JFP Datang Bulan" Jumat minggu pertama jam 14.00-17.00 di Ruang SS Bappenas. Kegiatannya diskusi santai diiringi musik dangdut dan joged (diskusi lewat dangdut). Kalau diskusinya mentok kita goyang dulu MAN........dengan suguhan makanan rakyat ala ndeso....biar tau MAN rasanya jadi orang kecil......mengenang masa lalu. Selain menghibur juga menyehatkan badan. Anda ingin tau kedasyatannya, kami tantang kehadiran teman-teman.***

TOT Pengadaan Barang dan Jasa

Pelaksanaan TOT Pengadaan Barang & Jasa (PBJ) mendapat sambutan yang positif serta antusiasme yang tinggi dari Perencana2 Pusat maupun Daerah untuk mengikutinya. Rudy Alvian, SE, MA yang merupakan Koordinator Pengajar menegaskan bahwa pengetahuan PBJ perlu disebarluaskan bukan hanya bagi PPK tetapi semua PNS termasuk Pejabat bahkan Swasta agar semua pihak betul-betul memahami tujuan Keppres 80/2003 yaitu untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, keterbukaan dan persaingan, transparansi, keadilan/tidak diskriminatif, akuntabilitas penggunaan Uang Negara. Pendapat senada disampaikan Hasudungan Sihombing (Ketua AP2I Bappenas) dan Robert Simanjuntak (Kepala Bidang Informasi & Evaluasi AP2I Bappenas). Sementara itu Darma Wijaya (Sekjen AP2I Bappenas) menambahkan tanpa pengetahuan & kemampuan yang baik mengenai Keppres 80 akan sangat berbahaya bagi atasan dan PPK itu sendiri.***

Senin, 19 Januari 2009

Tawaran mjd Anggota Tim EKPD 2009 bagi JFP Muda Bappenas

Teman-teman JFP yang baik, sehubungan dengan adanya tawaran Direktorat Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah untuk menjadi Anggota Tim Penghubung PTN dalam rangka kegiatan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) 2009, silakan datang langsung ke Sekretariat AP2I Bappenas atau menghubungi Bapak Robert Simanjuntak 0817115184 atau ext. 311. Dibutuhkan sebanyak 4 orang JFP Muda.***

Kamis, 08 Januari 2009

Program AP2I Bappenas T.A 2009

Pada tahun 2009 ini AP2I Bappenas akan menfokuskan diri pada pemberdayaan JFP. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung fokus RPJM-2 (2010-2014) yaitu Pengembangan SDM. Sehubungan dengan hal tersebut Ap2I Bappenas telah menyusun 2 Program Utama yaitu:
  1. Pemberdayaan JFP dibidang Pengajaran Keuangan Daerah
  2. Pemberdayaan JFP dibidang Pengajaran Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Untuk itu AP2I Bappenas akan bekerjasama dengan Direktorat-Direktorat terkait di Bappenas maupun dengan Institusi diluar Bappenas. Beberapa PNS telah bersedia menjadi Narasumber kegiatan tersebut.

Kepada Teman-Teman JFP-Bappenas, JFP-KL, serta JFP-Daerah yang berminat menjadi Pengajar mengenai Keuangan Daerah (kode: KD) dan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (kode: PB) silahkan menghubungi atau sms Bapak Robert Simanjuntak 0817115184 dan Bapak Yudhistira 08129235658 untuk informasi, atau telpon Sekretariat Ap2I Bappenas 021-3905650 ext 311, 021-91272098. ***

Selasa, 06 Januari 2009

JFP berharap banyak dari Karo Hukum Bappenas yang baru

JFP berharap banyak dari Karo Hukum Bappenas yang baru. Mudah-mudahan Karo Hukum yang baru yaitu Bapak Delty Simatupang, SH, MH dapat menjadi filter produk-produk hukum terkait penugasan JFP di Bappenas yang selama ini agak lepas atau kurang mendapat perhatian. Mudah-mudahan juga Direktur Analisa Peraturan Perundangan yang baru yaitu Bapak Arif Cristiono, SH, MH dapat lebih produktif menganalisis serta memperbaiki perundang-undangan yang ada. Dan pesan teman-teman JFP agar jangan menganalisis terus tetapi harus ada produk yang dapat diimplementasikan karena Bappenas bukan lembaga penelitian.***

Jumat, 02 Januari 2009

Signifikankah kita?

Untuk kita renungkan: Signifikankah kita di negara ini? Signifikankah semua yang sudah kita lakukan untuk negeri tercinta ini? Signifikankah yang telah kita berikan kepada negara dibandingkan dengan yang telah kita ambil dari negara ini? Signifikankah kita bagi perbaikan nasib bangsa ini? Signifikankah kita bagi kemajuan sektor pembangunan yang kita tangani? Signifikankah kita dalam mengurangi penyelewengan di negara ini? Kapan perbaikan itu akan kita lakukan? Kapan kemajuan itu akan kita genggam? Kapan kita akan menguncang dunia? Kapan kita bangkit dari tidur panjang? Kapan kita akan berlari? Kapan kita akan terbang? Kapan Garuda itu akan mengepakkan sayapnya di udara? Kapan Ibu Pertiwi akan bernyanyi lantang di tengah-tengah bangsa lain? Kapan Merah Putih akan berkibar sampai ke ujung-ujung dunia? ....Signifikankah aku? ***

Selasa, 30 Desember 2008

OJ/OB di-Bintang (*) saja

Banyak pihak berpendapat kalau kegiatan OJ/OB di Bappenas pada tahun 2009 belum dapat dilaksanakan sesuai aturan dan tujuan yang ingin dicapai maka sebaiknya dikomunikasikan saja kepada Menteri Keuangan agar kegiatan OJ/OB Bappenas ditunda/dibintang sementara sampai ada kepastian perbaikan. Hal ini demi nama baik institusi Bappenas yang sudah melaksanakan kegiatan OJ/OB selama 4 tahun mulai 2005-2008 namun "tidak menghasilkan output/outcome" yang membanggakan. Padahal dana yang dihabiskan per tahun mencapai Rp. 50 milyar.***

Minggu, 28 Desember 2008

Selamat Natal 2008

Keluarga Besar AP2I Bappenas mengucapkan SELAMAT NATAL 2008 kepada teman-teman yang merayakannya.***

Selasa, 23 Desember 2008

JFP Honoris Causa

Dalam pertemuan AP2I Nasional 18 Desember 2008 di Hotel Bidakara Jakarta yang paling banyak disoroti adalah masalah INPASSING JFP Daerah yang dianggap kurang mengikuti ketentuan dan azas keadilan. Bagaimana tidak, orang yang tidak pernah menjadi fungsional sama sekali dapat dengan serta merta diberikan Jabatan Fungsional Perencana dan Angka Kredit yang tinggi. Sehingga dalam pertemuan tersebut Komisi Kode Etik yang beranggotakan 12 orang Pendiri AP2I Nasional didesak untuk segera bekerja dan mengendalikan situasi. Sebagian ada yang berpendapat bisa saja seorang PNS di-inpassing menjadi JFP tetapi tetap harus mengikuti DIKLAT JFP dan tidak boleh Naik Pangkat atau Jabatan sebelum mengikuti DIKLAT sesuai tingkatan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya JFP Honoris Causa seperti yang ada selama ini***

Senin, 15 Desember 2008

Konsultasi Publik Rancangan Permen PPN/Kpl Bappenas ttg Pinjaman Dalam Negeri

Dalam rangka penyusunan Permen PPN/Kepala Bappenas tentang Tata Cara Perencanaan, Pengajuan, dan Penilaian Kegiatan yang Dibiayai dengan Pinjaman Dalam Negeri (Permen PDN) maka akan diadakan Konsultasi Publik pada :

Hari/tanggal : Rabu, 17 Desember 2008
Waktu : Pukul 09.30 - 12.30 WIB
Tempat : Ruang Rapat SS 1-3 BAPPENAS

Pengundang : Sesmen PPN/Sestama Bappenas

Yang Diundang :
  1. Eselon I
  2. JFP Utama
  3. Eselon II
  4. JFP Madya

Rapat Pengurus AP2I Nasional

Pada tanggal 18 Desember 2008 akan diadakan Rapat Pengurus AP2I Nasional di Hotel Bidakara Jakarta mulai pukul 9.00 WIB-selesai dengan Agenda sbb:
  1. Kedudukan JFP dalam Organisasi Instansi Pemerintah
  2. Konsep Sertifikasi Perencana Pemerintah
  3. Revisi Ketentuan Tentang Angka Kredit
  4. Rencana Inpassing JFP Daerah
  5. Evaluasi Komite Kode Etik
  6. Keanggotaan AP2I
  7. Batas Usia Pensiun JFP

Jumat, 12 Desember 2008

Info Kajian Bappenas

Majalah Info Kajian Edisi Oktober dan Desember 2008 yang diterbitkan Bappenas sangat luar biasa bagus. Judul-judul kajian yang diseleksi untuk dimuat juga sangat relevan dengan situasi saat ini yang sedang dihadapi Indonesia. Berikut ditampilkan judul-judul kajian kedua edisi tersebut:

Volume 5 No .1 Edisi Oktober 2008:
  1. Rencana Tindak Penerapan Manajemen Kinerja di Instansi Pemerintah
  2. Dampak Perubahan Kebijakan Desentralisasi dan Otonomi Daerah terhadap Pengelolaan Aparatur Pemerintahan Daerah
  3. Alokasi Pendanaan Antar Tingkatan Pemerintahan
  4. Analisis Implementasi Kebijakan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh untuk Mendorong Pengembangan Wilayah Tertinggal
  5. Pengembangan Model Keterkaitan regional
  6. Alternatif Pengadaan Tanah untuk Pembangunan: Pengalaman dan Pembelajaran
  7. Kebijakan Mengenai Penetapan Naskah Akademik sebagai Prasyarat Penyusunan Rancangan Undang-Undang dan Rancangan Peraturan Daerah
  8. Isu Strategis Peran Komunikasi, Informasi dan Media Massa Dalam Mendukung Proses Konsolidasi Demokrasi
Volume 5 No .2 Edisi Desember 2008:
  1. Hambatan Perdagangan Daerah dan Dampaknya terhadap Perekonomian Daerah
  2. Model Integrasi Vertikal Usaha Mikro/Kecil Melalui Koeprasi di Sektor Agribisnis/Agroindustri
  3. Pengembangan Model Analisis Pasar Uang dan Pasar Modal
  4. Pengembangan Industri Budaya dan Olahraga dalam mendukung Pembangunan Pariwisata
  5. Strategi Pendanaan Program Pembangunan Sektor Transportasi Pasca Revisi Undang-Undang Sektor Transportasi
  6. Prospek Penerapan Akuntansi Belanja Kesehatan Nasional (NHA)
  7. Kebijakan Tentang Trawl di Indonesia
Catatan Perencana:
  1. JFP terlibat atau tidak dalam penyusunan kajian-kajian tersebut?
  2. Tolong dimuat juga Info Kajian Terburuk yang diukur dengan kriteria yang fair karena ternyata ada beberapa kajian yang nilainya Ratusan Juta Rupiah tebalnya hanya 26 halaman dengan spasi rangkap serta data dan informasi yang ada di dalamnya hanya merupakan cuplikan dari RKP/RPJM tahun berjalan.

Rabu, 10 Desember 2008

Kerugian JFP akibat FGD mencapai Rp 240 juta per orang

Setelah dievaluasi berdasarkan data yang ada, ternyata dalam kurun waktu 4 tahun sejak 2005 s/d 2008, rata-rata kerugian seorang JFP akibat di-FGD-kan pada UKE nya sendiri mencapai Rp 240 juta per orang. Dengan perhitungan Rp. 5 juta/bulan X 48 bulan. Hal ini sangat mengagetkan para JFP Bappenas mengingat selama ini semua data mengenai OJ/OB sangat tertutup dan rahasia sehingga hanya "orang-orang tertentu" saja yang mengetahuinya. Padahal berdasarkan aturan, kegiatan OJ/OB merupakan kegiatan JFP untuk menunjang Tupoksi Perencanaan di Bappenas. Dengan demikian tidak ada cara lain selain segera melakukan audit kinerja dan audit administrasi untuk memutus rantai penyalahgunaan sehingga tidak terjadi lagi pada 2009 dst.***

Jumat, 05 Desember 2008

Mediasi Penyusunan Angka Kredit JFP

Sekretariat AP2I Bappenas mengajak teman2 Planner Pertama, Muda, Madya, dan Utama Bappenas untuk bersama-sama berbagi pengalaman dalam menyusun laporan Angka Kredit JFP yang akan dikoordinasikan oleh Sekretariat AP2I Bappenas. Sebagai gambaran, JFP Utama (Bapak Fx. Sugiono) serta JFP Madya lainnya berkenan menjadi Narasumber serta Mediator kepada Tim Penilai. Hal ini sangat diperlukan bagi JFP dalam penyusunan Angka Kredit untuk menghindari ketidaksepahaman akan format, substansi, aturan dll yang berhubungan dengan Penilaian Angka Kredit. Untuk keperluan tersebut mohon dapat menghubungi Sekretariat AP2I Bappenas di pesawat 311 untuk mengatur jadwal konsultasi.***

Kamis, 04 Desember 2008

FGD untuk Orang Luar, Bukan untuk Internal Unit Kerja

Banyak pertanyaan yang muncul seputar peran dan fungsi JFP dalam pelaksanaan kegiatan OJ/OB di Bappenas sejak 2006. Pada intinya mereka semua mempersoalkan mengapa dalam SK OJ/OB justru fungsi dan peran JFP malah terpinggirkan. Hal ini terlihat dari banyaknya JFP yang hanya menjadi FGD pada UKE nya sendiri. Padahal menurut aturan sebaliknya. Menurut Permen PPN 004/M.PPN/09/2007 tentang Pedoman Penyusunan RAB Kegiatan Kementerian Negara PPN/Bappenas dengan tegas dikatakan pada Bab II B.1.b yang menjadi Ketua TPRK adalah Pejabat Eselon 2 atau JFP Madya. Bukannya JFP Madya malah menjadi FGD pada UKE nya sendiri. Karena dalam Bab II B.1.c dikatakan bahwa FGD merupakan unsur perbantuan jika diperlukan yang berasal dari instansi Pemerintah lain. Semoga saja pelanggaran yang sudah bertahun-tahun ini tidak terjadi lagi mulai 2009! Sebagai contoh, semua JFP Madya yang ada pada Direktorat Pengairan dan Irigasi hanya menjadi FGD pada UKE nya sendiri.***

Rabu, 03 Desember 2008

Masukan RPJM-2 (2010-2014)

Planner Thahjokartiko (ESDM) dan Planner Suminto (Jogja) yang aktif, Planner-Planner Bappenas senang sekali dengan masukan Anda. Saat ini Bappenas sedang menyusun RPJM-2, untuk itu kami mohon masukannya dalam Blog ini atau dalam bentuk apa saja. Sebagai gambaran:
RPJM-1 (2005-2009) : Titik berat "AMAN DAMAI"
RPJM-2 (2010-2014) : Titik berat "SDM"
RPJM-3 (2015-2019) : Titik berat "DAYASAING"
RPJM-4 (2020-2025) : Titik berat "ADIL MAKMUR"
Barangkali kalau masukan kita mantap, bisa kita sampaikan kepada Sekretariat RPJM-2 Bappenas.

Rabu, 26 November 2008

Undangan Dialog Media

Teman-teman Perencana Utama & Madya mohon hadir ya, pada:

Hari : Senin, 1 Desember 2008
Waktu : 11.30-15.00
Tempat : SG1-4
Acara : Dialog Interaktif Kehumasan

Pengundang : Bapak Sesmen PPN/Sestama Bappenas

Menghadirkan : Andy F. Noya, Fifi Aleyda Yahya

Senin, 24 November 2008

Undangan QSQL

Mohon teman-teman JFP dapat hadir pada :

Hari : Kamis, 27 Nopember 2008
Pukul : 13.00-15.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat SS3
Acara : QSQL berjudul "Evaluasi Pembangunan"


Narasumber :

  1. Direktur Evaluasi Pembangunan Daerah
  2. Drh. Ellyna Chairani, MA

Audit OJ/OB untuk menghindari Tindak Pidana

Nampaknya Audit OJ/OB tidak dapat dihindari lagi, karena Sistem Kinerja yang akan diberlakukan di Bappenas mulai Januari 2009, batal dilaksanakan. Alasan diperlukannya audit yaitu pertama untuk mengukur kinerja (efektifitas) penggunaan dana OJ/OB yang jumlahnya selama 3 tahun (2006-2008) lebih dari Rp 100 milyar. Kedua, terdapat beberapa indikasi pelanggaran penggunaan anggaran sebagaimana telah diatur dalam Bab II Bagian A.4 butir (a), (b), dan (c). Dimana disebutkan jumlah OJ/bulan maksimum setiap orang adalah 20 OJ/bulan untuk Monitoring dan Evaluasi, serta 10 OJ/bulan untuk Prakarsa Strategis. Namun dalam kenyataannya ada yang mendapatkan lebih dari 60 OJ/bulan. Sanksi terhadap pelanggaran ini tidak diatur dalam Permen PPN 004/M.PPN/09/2007, sehingga harus mengikuti aturan diatasnya yaitu Undang-Undang, dalam hal ini Undang-Undang Pidana.

Jumat, 07 November 2008

Remunerasi dipukul KO, JFP babak belur

Pilihan pengelolaan kerja dengan Sistem Insentif Transparan batal dilaksanakan di Bappenas. Nampaknya sistem OJ/OB yang tertutup, bias subjektifitas, serta rawan penyelewengan kembali menjadi pemenang dalam pertarungan dengan Sistem Tunjangan Kinerja (Remunerasi). Apa yang menjadi penyebab? Pertanyaan ini menyelimuti pikiran para PNS Bappenas. Adakah jalan keluar? Ataukah JFP dan Golongan Bawah akan babak belur selamanya?